Kirim.id hanya untuk email dan notifikasi yang diharapkan penerimanya. Kebijakan ini melindungi penerima, reputasi pengiriman semua pengguna, dan akun Anda sendiri.
1. Wajib izin (opt-in)
Kirim hanya ke orang yang sudah memberi izin menerima email dari bisnis Anda — misalnya mendaftar lewat formulir langganan, membeli dari toko Anda dan setuju menerima info, atau mendaftar di acara Anda.
Dilarang mengirim ke daftar yang dibeli, disewa, hasil scraping/crawling situs, atau dikumpulkan tanpa sepengetahuan pemiliknya.
2. Isi email
- Identitas pengirim harus jelas dan tidak menyamar.
- Subjek tidak boleh menipu.
- Setiap email marketing memuat link berhenti berlangganan dan alamat bisnis — Kirim.id menambahkannya otomatis bila template Anda belum memuatnya.
- Dilarang: penipuan, phishing, malware, perjudian, pornografi, obat/produk ilegal, dan konten lain yang melanggar hukum Indonesia.
3. Email transaksional dan email marketing
- Email transaksional adalah email yang dipicu tindakan satu penerima dan isinya khusus untuk penerima itu: invoice, kode OTP, reset password, status pesanan, atau notifikasi akun. Email ini boleh dikirim tanpa link berhenti berlangganan, dan tetap boleh dikirim ke penerima yang sudah berhenti berlangganan dari email marketing Anda.
- Email berisi promosi, penawaran, newsletter, atau pengumuman untuk banyak orang adalah email marketing, walaupun dikirim lewat API atau SMTP relay, dan walaupun isinya dibuat berbeda untuk tiap penerima (misalnya kode voucher atau link pribadi).
- Dilarang menandai email marketing sebagai transaksional (misalnya dengan
"type": "transactional"di API atau headerX-Kirim-Type: transactionaldi SMTP relay) untuk menghindari link berhenti berlangganan atau untuk menjangkau orang yang sudah berhenti berlangganan. - Kirim.id memeriksa jenis email secara otomatis. Email yang terdeteksi sebagai marketing diperlakukan sebagai marketing.
4. Yang otomatis kami lakukan
- Alamat yang hard bounce atau melapor spam otomatis masuk Daftar Filter akun Anda dan tidak akan dikirimi lagi — dari jalur mana pun (dashboard, API, maupun SMTP relay). Alamat yang berhenti berlangganan tidak dikirimi email marketing lagi; email transaksional untuknya tetap boleh.
- Laporan spam dari penerima kami terima langsung dari penyedia email (misalnya Yahoo) setelah keasliannya diverifikasi. Laporan dalam batas wajar (0,1% email terkirim per campaign, laporan pertama selalu bebas) tidak dikenai penalti; di atasnya dikenai penalti 4 koin per laporan.
- Memaksa kirim ke alamat yang terfilter lewat API/SMTP ditolak dan dikenai penalti 4 koin.
- Domain dengan tingkat bounce atau laporan spam di atas batas akan diperlambat otomatis sampai reputasinya membaik.
5. Notifikasi push
- Ajakan berlangganan harus jujur tentang isinya. Dilarang memancing klik "Izinkan" dengan klaim palsu, misalnya "klik Izinkan untuk membuktikan Anda bukan robot" atau "untuk memutar video".
- Isi notifikasi tunduk pada aturan isi di bagian 2. Juga dilarang: pinjol ilegal, notifikasi yang meniru pesan sistem atau perbankan, dan tautan ke situs berbahaya.
- Batas pengiriman berlaku per situs (kampanye per hari) dan per subscriber (notifikasi lewat API per 24 jam).
- Website yang notifikasinya menipu dapat diblokir oleh browser, dan akun dapat ditangguhkan.
6. Pelanggaran
Pelanggaran dapat berakibat campaign atau kampanye notifikasi dijeda, situs notifikasi dinonaktifkan, pengiriman diperlambat, hak mengirim email transaksional dicabut (semua email akun diperlakukan sebagai marketing), atau akun ditangguhkan tanpa pengembalian koin.
7. Melaporkan spam
Menerima email atau notifikasi yang tidak diinginkan dari pengguna Kirim.id? Laporkan ke [email protected] dengan melampirkan email tersebut (termasuk header). Kami menindaklanjuti setiap laporan.