Contoh Subject Email Promosi yang Dibuka, Lengkap dengan Preheadernya

Tim Kirim.id 6 menit baca
Contoh Subject Email Promosi yang Dibuka, Lengkap dengan Preheadernya

Subject email (judul email) yang dibuka biasanya pendek, spesifik, jujur, dan menaruh kata terpenting di depan. Contohnya "Diskon 30% semua sepatu, sampai Minggu" atau "{{nama_depan|Kak}}, ukuranmu sudah restock". Subjek bekerja bersama preheader, yaitu kalimat pendek yang tampil setelah subjek di daftar inbox. Keduanya menentukan apakah emailmu dibuka atau dilewati.

Di bawah ini ada rumus sederhana, puluhan contoh subjek dan preheader untuk berbagai keperluan, hal yang perlu dihindari, dan cara menguji subjek mana yang paling berhasil.

Apa yang membuat subject email dibuka?

Di inbox, penerima hanya melihat tiga hal sebelum memutuskan: nama pengirim, subjek, dan preheader. Dari ketiganya ia menebak "email ini untuk saya atau bukan?" dalam sekejap.

Subjek yang berhasil biasanya memenuhi beberapa ciri ini:

  1. Spesifik. "Diskon 30% semua sepatu" lebih kuat daripada "Promo spesial untukmu", karena penerima langsung tahu isinya.
  2. Kata terpenting di depan. Di layar HP, subjek yang panjang terpotong. Taruh penawaran atau kata kuncinya di awal.
  3. Relevan dengan penerima. Restock ukuran yang pernah dicari, kelas lanjutan untuk peserta kelas dasar, harga grosir untuk reseller.
  4. Ada alasan untuk membuka sekarang, misalnya batas waktu yang nyata atau stok yang memang terbatas.
  5. Jujur. Isi email harus sesuai janji di subjek. Subjek yang menipu memang bisa dibuka, tapi setelah itu penerima merasa dibohongi, dan berikutnya ia menekan "Laporkan spam".

Rumus sederhana subject email

Kalau bingung harus mulai dari mana, pakai salah satu pola ini:

Pola Contoh
Penawaran + batas waktu Diskon 25% semua hijab, berakhir malam ini
Nama + manfaat {{nama_depan|Kak}}, ongkir gratis untuk pesananmu berikutnya
Kabar baru Baru datang: 8 warna linen untuk musim hujan
Pertanyaan Masih cari sepatu kerja yang nyaman?
Angka 5 cara menyimpan kopi supaya aromanya awet
Cara/tips Cara memilih ukuran gamis tanpa salah beli
Pengingat Kuponmu tinggal 2 hari lagi

Contoh subject email promosi dan preheadernya

Preheader sebaiknya melengkapi subjek, bukan mengulanginya. Kalau dibiarkan kosong, aplikasi email mengambil kalimat pertama di isi email, yang sering berupa "Lihat versi web" atau teks yang tidak berarti.

Promo dan diskon

Subjek Preheader
Diskon 30% semua produk, sampai Minggu Termasuk koleksi baru. Tanpa minimal belanja.
{{nama_depan|Kak}}, diskon 30% khusus pelanggan setia Kodenya sudah kami siapkan di dalam.
Beli 2 gratis 1 untuk semua kaos polos Bisa campur warna dan ukuran.
Gratis ongkir se-Indonesia, hari ini saja Berlaku sampai pukul 23.59 WIB.

Momen belanja

Subjek Preheader
Promo gajian: potongan Rp50.000 Minimal belanja Rp300.000, sampai tanggal 28.
11.11: diskon sampai 50% mulai jam 00.00 Pasang pengingat, stok promo terbatas.
Harbolnas 12.12: diskon 12% semua produk Hanya 12 Desember, mulai pukul 00.00 WIB.
Siapkan Lebaran lebih awal, koleksi baru sudah datang Pesan sekarang, dijamin sampai sebelum hari raya.

Produk baru dan restock

Subjek Preheader
Baru datang: tumbler 1 liter warna sage Muat es batu seharian, tutupnya anti tumpah.
Yang kamu tunggu sudah restock Ukuran 39–42 tersedia lagi, biasanya habis dalam seminggu.
Kenalkan: paket hampers akhir tahun Bisa kirim langsung ke alamat penerima, lengkap dengan kartu ucapan.

Newsletter dan tips

Subjek Preheader
3 kesalahan saat mencuci baju linen Nomor 2 paling sering terjadi.
Resep minggu ini: kopi susu gula aren di rumah Cuma butuh 4 bahan dan 5 menit.
Cerita dari dapur kami: kenapa kami ganti pemasok cokelat Plus diskon kecil untuk kamu yang membaca sampai habis.

Kelas, webinar, dan bisnis jasa

Subjek Preheader
Kelas gratis Kamis malam: foto produk pakai HP Kursi terbatas 100 orang, daftar di dalam.
{{nama_depan|Kak}}, materi kelas kedua sudah bisa ditonton Durasinya 12 menit, cocok untuk istirahat makan siang.
Jadwal konsultasi bulan depan sudah dibuka Pilih hari yang cocok, gratis 30 menit pertama.

Pengingat dan pelanggan lama

Subjek Preheader
Kuponmu tinggal 2 hari lagi Diskon 10% belum terpakai. Sayang kalau hangus.
Sudah lama tidak mampir, {{nama_depan|Kak}} Ini yang baru sejak kunjungan terakhirmu.
Masih mau menerima email dari kami? Kalau tidak, berhenti berlangganan cukup satu klik.

Apa yang sebaiknya dihindari?

  • Subjek yang menipu, seperti "Re:" atau "Fwd:" palsu, atau "Pesanan Anda" padahal isinya promo. Selain merusak kepercayaan, promosi yang menyamar menjadi email transaksi bisa membuat email transaksimu yang asli ikut dicurigai. Bedanya kami jelaskan di email transaksional vs email marketing.
  • HURUF KAPITAL SEMUA dan tanda seru beruntun!!! Kesannya berteriak, dan sulit dibaca.
  • Emoji berlebihan. Satu emoji yang relevan boleh, tapi lima emoji berderet membuat subjek terlihat seperti spam, dan di aplikasi lama bisa tampil sebagai kotak kosong.
  • Clickbait seperti "Kamu tidak akan percaya ini…". Mungkin dibuka, tapi jarang diklik, dan sering dilaporkan spam.
  • Mengirim subjek yang sama berulang-ulang. "PROMO HARI INI" setiap hari lama-lama diabaikan.

Bagaimana dengan kata seperti "gratis" atau "diskon"? Kata-kata itu tidak otomatis membuat email masuk spam. Penyedia email seperti Gmail menilai jauh lebih banyak hal, terutama reputasi pengirim, autentikasi domain, dan apakah penerima membuka, membalas, atau justru melaporkan emailmu. Kalau emailmu masuk tab Promosi, itu juga bukan berarti masuk spam. Penjelasannya ada di email masuk tab Promosi Gmail.

Berapa panjang subject email yang ideal?

Tidak ada angka pasti, karena tiap aplikasi dan ukuran layar memotong subjek di titik yang berbeda. Pegangan praktisnya:

  • Taruh inti pesan di beberapa kata pertama. Kalau subjek terpotong, bagian terpenting tetap terbaca.
  • Hapus kata yang tidak menambah arti, seperti "Halo", "Info", atau nama tokomu (nama toko sudah tampil sebagai nama pengirim).
  • Selalu cek di HP lewat email tes sebelum mengirim ke semua orang.

Personalisasi subjek dengan nama

Menyebut nama penerima di subjek bisa membuat email terasa lebih personal. Pakai merge tag dengan teks cadangan, misalnya {{nama_depan|Kak}}, supaya penerima yang namanya tidak tercatat melihat "Kak, diskon khusus untukmu", bukan ", diskon khusus untukmu".

Jangan memakainya di setiap email. Personalisasi yang paling kuat justru isi yang relevan: produk yang sesuai minat, atau info yang memang ia tunggu.

Cara menguji subject email dengan A/B test

Daripada menebak, uji dua subjek sekaligus. Di Kirim.id, caranya lewat menu A/B Tests:

  1. Pilih jenis uji Subjek email, lalu tulis subjek dan preheader untuk varian A dan varian B. Isi emailnya sama persis.
  2. Atur porsi uji, yaitu 10–50% audience (bawaan 20%), yang dibagi rata untuk A dan B.
  3. Tentukan waktu tunggu sebelum pemenang dipilih, 1–72 jam (bawaan 4 jam), dan ukurannya: persentase dibuka atau persentase klik.
  4. Klik Mulai Test. Setelah waktu tunggu habis, subjek pemenang otomatis dikirim ke sisa audience.

Supaya hasilnya bisa dipercaya, siapkan minimal 100 penerima per varian. Di bawah itu, pemenangnya bisa ditentukan oleh kebetulan satu atau dua orang. Untuk uji subjek, ukuran "dibuka" masuk akal. Untuk uji isi atau penawaran, pakai "klik", karena sebagian aplikasi seperti Apple Mail membuka email secara otomatis sehingga angka dibuka bisa lebih tinggi dari kenyataan.

Biaya A/B test sama dengan email biasa, 1 koin per email terkirim, tanpa biaya tambahan. Ubah satu hal saja di setiap tes, dan catat hasilnya. Lama-lama kamu tahu pola yang paling cocok untuk pelangganmu, misalnya "subjek dengan angka selalu menang". Langkah lengkapnya ada di panduan A/B testing.

Ringkasan

  • Subjek yang dibuka itu spesifik, jujur, dan menaruh kata terpenting di depan.
  • Selalu isi preheader yang melengkapi subjek, jangan dibiarkan kosong.
  • Hindari subjek yang menipu, huruf kapital semua, dan emoji berlebihan. Kata "gratis" tidak otomatis membuat email masuk spam.
  • Pakai nama penerima dengan teks cadangan, tapi jangan di setiap email.
  • Uji dengan A/B test dan catat pola yang menang untuk campaign berikutnya.

Subjek yang bagus membuat emailmu dibuka. Isi yang bagus membuatnya diklik. Untuk menyusun isinya, lihat cara membuat newsletter email. Mau langsung mencoba A/B test subjek? Coba Kirim.id. Akun baru mendapat 1.000 koin gratis.

Kirim email bisnis dari satu tempat

Campaign, email otomatis, API & SMTP relay di Kirim.id. Bayar per email mulai Rp0,5, tanpa langganan bulanan — akun baru langsung dapat 1.000 koin untuk mencoba.

Daftar Gratis — 1.000 Koin