Cara Kirim Email WooCommerce lewat Kirim.id agar Tidak Masuk Spam

Tim Kirim.id 3 menit baca
Kirim Email WooCommerce lewat Kirim.id agar Tidak Masuk Spam

Pernah ada pembeli yang bilang tidak menerima email konfirmasi pesanan, padahal WooCommerce mencatat email itu sudah dikirim? Biasanya emailnya tidak hilang di WooCommerce. Email itu ditolak atau dibuang ke spam oleh Gmail dan penyedia email lain.

Kenapa email WooCommerce sering masuk spam

Secara bawaan, WordPress dan WooCommerce mengirim email lewat fungsi wp_mail(), yang memakai fasilitas kirim email dari server hosting. Di hosting bersama (shared hosting), ini menimbulkan tiga masalah:

  1. Server dipakai banyak situs lain. Kalau satu situs di server yang sama mengirim spam, reputasi server ikut buruk dan emailmu terkena imbasnya.
  2. Domainmu tidak terverifikasi. Email terkirim atas nama [email protected], tetapi tidak ditandatangani DKIM domainmu dan servernya sering tidak tercantum di SPF. Bagi Gmail, email seperti ini mirip email palsu.
  3. Tidak ada catatan. Kamu tidak tahu email mana yang sampai, mana yang ditolak, dan kenapa.

Solusinya: kirim email WooCommerce lewat layanan pengiriman email dengan domain yang terverifikasi. Berikut caranya dengan Kirim.id.

Yang perlu disiapkan

  • WordPress 5.8 atau lebih baru, PHP 7.4 atau lebih baru, dan WooCommerce 6.0 atau lebih baru.
  • Akun Kirim.id. Akun baru mendapat 1.000 koin gratis untuk mencoba; setiap email memakai 1 koin (Rp0,5).
  • Domain pengirim yang sudah aktif di Kirim.id. Kamu menambahkan beberapa record DNS, termasuk SPF v=spf1 include:spf.kirim.id ~all dan DKIM. Ikuti panduan verifikasi domain pengirim.

Kalau domainmu sudah punya record SPF untuk layanan lain, misalnya Google Workspace, jangan membuat record SPF kedua. Gabungkan dalam satu record: v=spf1 include:_spf.google.com include:spf.kirim.id ~all.

Langkah pemasangan

  1. Unduh plugin dari halaman Plugin WordPress Kirim.id. Di WordPress, buka Plugin → Tambah Baru → Unggah Plugin, pilih file zip, klik Pasang, lalu Aktifkan.
  2. Di app.kirim.id buka Email → Settings → API Key, buat key dengan izin Kirim Email dan Kelola Kontak/Audiens.
  3. Di WordPress buka Kirim.id → Pengaturan → Koneksi, tempel API key, lalu klik Simpan & cek koneksi.
  4. Di tab Email WordPress, pilih mode API, pilih domain pengirim yang sudah aktif, isi alamat dan nama pengirim, lalu simpan.
  5. Kirim email uji dari tab yang sama, lalu cek statusnya di Kirim.id → Log Email.

Sejak itu, semua email yang dikirim lewat wp_mail(), yaitu email pesanan WooCommerce, reset password, dan form kontak, berjalan lewat Kirim.id.

Mode API atau SMTP?

Plugin menyediakan dua cara kirim. Pilih API, kecuali hostingmu memblokir koneksi keluar ke api.kirim.id.

Mode API (disarankan) Mode SMTP
Status terkirim dan bounce di Log Email Ya Tidak
Dibuka dan diklik per email Ya Tidak
Lampiran (misalnya invoice PDF) Ya Ya (plugin 1.0.3 ke atas)
Yang dibutuhkan API key Kredensial SMTP (Settings → Kredensial SMTP)

Email pesanan dikirim sebagai email transaksi

Sejak plugin versi 1.0.3, email WordPress dan WooCommerce dikirim sebagai email transaksional: tanpa footer berhenti berlangganan, karena isinya memang untuk pembeli itu sendiri. Pembeli yang pernah berhenti berlangganan dari promo tokomu tetap menerima email pesanannya. Penjelasan lengkapnya ada di artikel email transaksional vs marketing.

Fitur tambahan untuk toko

Setelah tersambung, plugin juga bisa:

  • menampilkan kotak opt-in di checkout, supaya pembeli yang mau menerima promo masuk audience pilihanmu. Kotaknya tidak dicentang otomatis;
  • menjalankan journey setelah pesanan lunas, misalnya ucapan terima kasih, lalu permintaan ulasan beberapa hari kemudian;
  • melaporkan omzet dari email: pesanan dari pembeli yang mengklik emailmu dalam 7 hari terakhir tercatat sebagai hasil campaign atau journey tersebut.

Semuanya berjalan di latar belakang, jadi tidak memperlambat checkout. Detailnya ada di panduan WooCommerce.

Kalau email masih belum sampai

Periksa berurutan:

  1. Log Email di WordPress. Kalau statusnya "ditolak penerima", alasan penolakan dari server penerima tertulis di sana.
  2. Status domain di app.kirim.id. Domain harus aktif, dan alamat pengirim harus memakai domain itu. Plugin otomatis mengganti alamat pengirim dari plugin lain (misalnya form kontak) dengan alamat tokomu, lalu memasang alamat aslinya sebagai Reply-To.
  3. Saldo koin. Kalau koin habis, plugin mengirim lewat email bawaan server sebagai cadangan supaya email pesanan tidak hilang. Email cadangan ini kembali berisiko masuk spam.
  4. Record SPF. Pastikan hanya ada satu record SPF, dan record itu memuat include:spf.kirim.id.

Email pesanan yang sampai dengan rapi membuat pembeli tenang dan mengurangi chat "pesanan saya sudah diproses belum?". Pemasangannya hanya sekitar lima menit.

Kirim email bisnis dari satu tempat

Campaign, email otomatis, API & SMTP relay di Kirim.id. Bayar per email mulai Rp0,5, tanpa langganan bulanan — akun baru langsung dapat 1.000 koin untuk mencoba.

Daftar Gratis — 1.000 Koin