Web Push Notification: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya untuk Toko Online
Web push notification adalah pesan singkat dari sebuah website yang muncul di layar HP atau laptop pengunjungnya, mirip notifikasi aplikasi, walau website itu sedang tidak dibuka. Pengunjung cukup menekan "Izinkan" sekali di browsernya. Setelah itu kamu bisa mengirim promo, produk baru, atau artikel terbaru tanpa butuh alamat email, nomor WhatsApp, atau aplikasi apa pun.
Bagi toko online, web push melengkapi email: email untuk pesan yang panjang dan penting, push untuk kabar singkat yang perlu dilihat sekarang. Berikut cara kerjanya, browser yang mendukung, contoh pemakaiannya, dan batasan yang perlu kamu tahu sebelum memasangnya.
Bagaimana web push notification bekerja?
Ada empat langkah, dan pengunjung hanya terlibat di langkah pertama:
- Pengunjung memberi izin. Website menampilkan ajakan, lalu browser menanyakan "Izinkan notifikasi dari situs ini?".
- Browser membuat langganan. Sebuah file kecil bernama service worker didaftarkan di website. File inilah yang nanti menerima dan menampilkan notifikasi, bahkan saat tab website sudah ditutup.
- Kamu mengirim notifikasi dari dasbor layanan push. Server meneruskannya ke layanan push milik browser (misalnya milik Google untuk Chrome, atau Mozilla untuk Firefox).
- Notifikasi tampil di perangkat pengunjung. Kalau diklik, pengunjung dibawa ke halaman yang kamu tentukan.
Penjelasan teknis yang lebih dalam ada di artikel notifikasi push dari tim Chrome di web.dev.
Yang perlu dicatat: subscriber web push tidak punya nama atau email. Satu subscriber adalah satu browser di satu perangkat. Kalau seseorang berlangganan dari HP dan laptopnya, tercatat dua subscriber.
Browser apa saja yang mendukung?
- Android dan komputer: Chrome, Edge, Firefox, dan Samsung Internet.
- Mac: Safari.
- iPhone dan iPad (iOS 16.4 ke atas): hanya kalau website sudah ditambahkan ke Layar Utama (Add to Home Screen) lalu dibuka dari sana. Pengunjung yang membuka website biasa lewat Safari di iPhone belum bisa berlangganan.
Karena sebagian besar pengguna HP di Indonesia memakai Android, kebanyakan pengunjungmu biasanya sudah bisa menerima web push.
Apa bedanya dengan email dan WhatsApp?
| Web push | |||
|---|---|---|---|
| Butuh data kontak | Tidak, cukup izin | Alamat email | Nomor HP |
| Panjang pesan | Singkat: judul, satu-dua kalimat, gambar | Bebas | Sedang |
| Cocok untuk | Promo kilat, produk baru, pengingat keranjang | Newsletter, invoice, informasi lengkap | Percakapan, layanan pelanggan |
| Berhenti | Cabut izin di pengaturan browser | Tautan berhenti berlangganan | Blokir atau minta berhenti |
| Subscriber hilang kalau | Data browser dihapus, ganti perangkat | Alamat tidak dipakai lagi | Ganti nomor |
Ketiganya tidak saling menggantikan. Web push paling kuat untuk menarik kembali pengunjung yang sudah pernah datang ke websitemu tapi belum meninggalkan alamat email.
Contoh pemakaian web push untuk toko online
- Notifikasi selamat datang. Subscriber baru langsung menerima pesan sambutan, misalnya kode diskon pertama.
- Pengingat keranjang. Pembeli WooCommerce yang meninggalkan keranjang diingatkan setelah jeda tertentu, dan pengingatnya berhenti sendiri kalau ia sudah membayar.
- Promo kilat. "Flash sale 2 jam, mulai sekarang": pesan yang kehilangan nilainya kalau baru dibaca besok.
- Produk baru atau stok kembali. Kabar singkat dengan gambar produk dan satu tombol.
- Artikel atau video baru untuk website konten dan blog.
Tips agar pengunjung mau berlangganan
- Pakai ajakan dua langkah. Tampilkan dulu ajakanmu sendiri ("Mau dapat info promo?"). Pop-up izin browser baru muncul setelah pengunjung menekan "Ya". Cara ini dianjurkan tim Chrome. Chrome bahkan otomatis "mendiamkan" permintaan izin dari situs yang sering ditolak pengunjungnya, jadi pop-up izin yang muncul begitu halaman dibuka justru merugikan.
- Jangan langsung muncul di detik pertama. Beri pengunjung waktu melihat-lihat dulu.
- Jelaskan manfaatnya. "Dapat kabar promo duluan" lebih meyakinkan daripada "Izinkan notifikasi".
- Jangan terlalu sering mengirim. Terlalu sering dikirimi adalah alasan utama orang mencabut izin notifikasi. Sekali sehari sudah banyak untuk kebanyakan toko.
Batasan yang perlu kamu tahu
- Subscriber tidak bisa dipindahkan antar-layanan. Langganan terikat pada domain website dan kunci pengirim milik layanan push yang memasangnya. Pindah layanan berarti mengumpulkan subscriber dari awal, dan ini berlaku di layanan mana pun.
- Subscriber berkurang secara alami. Orang menghapus data browser, ganti HP, atau mencabut izin. Subscriber yang sudah tidak aktif otomatis tidak dikirimi lagi.
- Website harus memakai HTTPS. Web push tidak berjalan di website tanpa sertifikat SSL.
- Pesannya singkat. Untuk informasi lengkap seperti invoice dan detail pesanan, tetap gunakan email.
Cara memasang web push di websitemu
Dengan Kirim Notifikasi, pemasangannya hanya beberapa menit:
- WordPress dan WooCommerce: pasang plugin Kirim.id, tempel kode situs, lalu simpan. File service worker disajikan otomatis oleh plugin. Ikuti panduan pasang di WordPress.
- Website lain: tempel satu baris script dan unggah satu file kecil ke folder utama website. Ikuti panduan pasang manual.
Setelah terpasang, kamu bisa mengatur tampilan ajakan berlangganan, mengirim kampanye dengan gambar dan tombol, menyalakan notifikasi selamat datang dan pengingat keranjang WooCommerce, serta melihat klik dan penjualan dari setiap kampanye. Selama masa beta, setiap situs bisa mengirim hingga 5 kampanye per hari.
Ringkasan
- Web push notification adalah notifikasi dari website yang muncul di perangkat pengunjung walau websitenya tidak dibuka, cukup dengan satu kali izin.
- Didukung Chrome, Edge, Firefox, Samsung Internet, Safari di Mac, dan iPhone/iPad (iOS 16.4+) lewat Layar Utama.
- Paling cocok untuk pesan singkat yang mendesak: promo kilat, produk baru, pengingat keranjang.
- Minta izin dengan sopan dan jangan terlalu sering mengirim. Itu kunci agar subscriber tidak mencabut izinnya.
Pelajari selengkapnya di halaman Kirim Notifikasi. Gratis selama masa beta.
Kirim notifikasi push ke pengunjung websitemu
Promo, produk baru, dan artikel terbaru langsung muncul di HP & laptop pengunjung — tanpa alamat email, tanpa aplikasi. Gratis selama beta.